by

Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, Debt Collector dan Leasing Diancam Kena 3 Pasal Berlapis

-Berita, Hukum-208 views

JAKARTA-JARRAKPOSNUSRA.COM- Kabar gembira bagi para pemilik kendaraan ataupun perumahan yang terkena kredit macet, karena Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan  leasing dan debt collector tidak bisa menarik atau mengeksekusi  motor atau mobil konsumen sebelum melalui pengadilan.

Pada 6 Januari 2020 lalu, MK memutuskan leasing tidak berhak menarik atau mengeksekusi obyek jaminan fidusia seperti kendaraan atau rumah secara sepihak tanpa ada surat dari pengadilan ijin eksekusi

MK menyatakan, perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri terlebih dahulu.

Namun demikian, perusahaan  leasing tetap boleh melakukan eksekusi tanpa lewat pengadilan dengan syarat pihak debitur mengakui adanya wanpretasi dan sukarela menyerahkan kendaraan atau jaminan dalam perjanjian kedua belah pihak.

“Sepanjang pemberi hak fidusia (debitur) telah mengakui adanya “cidera janji” (wanprestasi) dan secara sukarela menyerahkan benda yang menjadi obyek dalam perjanjian fidusia, maka menjadi kewenangan sepenuhnya bagi penerima fidusia (kreditur) untuk dapat melakukan eksekusi sendiri (parate eksekusi),” lanjut MK.

Untuk itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus meminta agar pemilik kendaraan segera melapor ke polisi jika motor atau mobilnya dirampas secara semena-mena tanpa melalui pengadilan.

“Masyarakat bisa lapor kan ke Polres kalau ada (perampasan) seperti itu,” kata Yusri saat dihubungi, Sabtu (11/1/2020).

Pihak leasing dianggap melanggar hukum jika melakukan perampasan lewat debt collector, bahkan dinilai melanggar hukum dan dapat dikenakan pasal berlapis sesuai aksinya dalam melakukan perampasan.

Jika hal tersebut terjadi, maka bisa dikenakan KUHP Pasal 368 tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara atau Pasal 365 (pencurian dengan kekerasan) dan Pasal 378 (penipuan).  (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed