RAIH GELAR PROFESOR PENELITI KELAPA KOPYOR - Jarrak POS
Connect with us

Pendidikan

RAIH GELAR PROFESOR PENELITI KELAPA KOPYOR

Published

on

PURWOKERTO-JARRAKPOSNUSRA.COM– Peneliti kelapa kopyor yang juga dosen program studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sisunandar meraih gelar guru besar atau profesor. Gelar profesor itu diserahkan kepada Sisunandar di Aula Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah di Semarang, beberapa waktu lalu.

”Setelah melalui seluruh proses, saya jadi tahu proses untuk menjadi professor ternyata sangat sulit. Bahkan jauh lebih sulit dari proses menikah,” katanya, Selasa (10/12).

Dia mengakui, sebelumnya telah tiga kali gagal mengajukan berkas persyaratan profesor hingga nyaris putus asa. Bahkan dia sempat mengumumkan pada semua orang, jika akan berhenti dari pekerjaannya yang menjadi dosen.

”Jadi saya sempat akan mengajukan pensiun dini. Namun setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, niat itu saya urungkan dan pada tahun 2019, saya ajukan lagi berkas untuk mendapat gelar profesor. Alhamdulillah, ternyata berhasil,” katanya.

Kepala LLDikti Wilayah VI Prof DYP Sugiarto, mengakui proses masing-masing orang dalam meraih gelar profesor, memang berbeda-beda. ”Ada yang cukup singkat, ada yang panjang, namun ada juga yang sangat panjang,” kata dia.

Dia menyebutkan, selain Sisunandar dari UMP, juga ada tiga profesor baru yang mendapat SK. Antara lain, Mudzakkir dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas),  Amron dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Muhammad Da’i dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Terkait dengan gelar profesor yang diterima Sisunandar, dia mengharapkan gelar tersebut menjadikan motivasi agar semakin produktif karena profesor merupakan salah satu tolak ukur kemajuan sebuah perguruan tinggi.

”Semoga setelah menjadi profesor, Pak Sisunandar paling sedikit bisa menghasilkan tiga karya ilmiah di jurnal internasional, serta terus berkarya membuat temuan-temuan monumental,” jelasnya.

Dia juga berharap, keberhasilan Sisunandar mendapat gelar profesor, bisa  menjadi virus yang baik untuk memacu dosen-dosen yang lain meraih gelar profesor,” katanya. (Red)

Sumber: republika.co.id

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Pandemi Virus Corona, Ujian Nasional 2020 Dibatalkan

Published

on

By

JARRAKPOSNUSRA.COM-Ujian Nasional resmi ditiadakan untuk tingkat SD, SMP, dan SMA serta tingkatan sederajat. Ujian nasional dibatalkan lantaran pandemi terkait pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), yang kian meningkat. Bahkan diperkirakan hingga akhir April mendatang.

Hal itu nampak dari postingan akun Instagram Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda yang mengunggah foto saat melakukan rapat terbatas berbasis daring.
Dalam postingan yang dibuat pada Senin (23/3/2020) malam itu nampak ada empat peserta.

Keempatnya adalah Syaiful Huda Ketua Komisi X DPR RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sedangkan Menteri Pendidikan Nadiem Makariem serta dua sfat Kemendikbud lainnya. Dalam postingannya, Syaiful Huda mengatakan,
“DARING MEETING: barusan selesai Rapat Daring dengan Mendikbud dan Jajaran,” dilihat tim Elipsir Media, Selasa (24/3/2020).
“Salah satu yang kita sepakati; Ujian Nasional (UN) SD, SMP dan SMA Ditiadakan,” lanjut postingan tersebut.

Ujian sekolah berstandar Nasional (USBN) menjadi penentu dari kelulusan, sebagai pengganti Ujian Nasional Syaiful Huda juga mengatakan bahwa ujian sekolah berstandar nasional (USBN) akan dijadikan opsi paling kuat untuk menentukan dari kelulusan setiap siswa.

Tetapi opsi ini hanya akan diambil apabila pihak sekolah mampu melaksanakan USBN berbasis daring (On-line).Kami sepakat bahwa opsi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di Gedung-gedung sekolah,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Berita

Waspada Covid-19! Pemkot Denpasar Putuskan Siswa Belajar Di Rumah 16-31 Maret 2020

Published

on

By

DENPASAR-JARRAKPOSNUSRA.COM-Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga  memutuskan untuk memberlakukan siswa belajar di rumah sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

“Mulai Senin besok siswa belajar di rumah dengan pola yang dimiliki masing-masing sekolah. Karena siswa SMP akan Ujian Sekolah Senin ini, Ujian akan dilakukan di rumah. Ini bukan libur, tapi belajar di rumah” ujar Kadisdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan.

Pihaknya sudah menyampaikan hal ini ke semua sekolah melalui Surat Edaran.

“Siswa belajar di rumah hingga 31 Maret 2020 mendatang,” ujar Wayan Gunawan.

(Red)

 

 

 

Continue Reading

Berita

Dr. I Nyoman Prabu Buana Rumiartha, SH. MH. Lulusan Doktor Ilmu Hukum di usia muda 31 tahun.

Published

on

By

 

Dr. I Nyoman Prabu Buana Rumiartha, SH. MH. Lulusan Doktor Ilmu Hukum di usia muda 31 tahun.

Email : rbp.prabu@gmail.com

Tepat pada Selasa, 28 Januari 2020, Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Jember menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor. Mahasiswa program doktor Pascasarjana FH UNEJ, I Nyoman Prabu Buana Rumiartha, SH., MH., menjalani Ujian Terbuka dan berhasil meraih gelar doktor.

Lulusan Doktor Ilmu Hukum di usia muda yakni 31 tahun yang juga berprofesi sebagai Advokat dan Dosen ini mengusung penelitian disertasi dengan judul “Prinsip Perlindungan Hukum terhadap Tanah Adat pada Masyarakat Hukum Adat” , Prabu Buana memaparkan risetnya berkaitan dengan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat dalam hal ini sekalipun belum ada Undang-Undang Khusus terkait Penguasaan Tanah Adat pada Masyarakat Hukum Adat namun secara konstitusional UUD NRI 1945 masyarakat hukum adat memiliki hak konstitusi untuk dilindungi hak-haknya salah satunya tanah adat.

Lebih lanjut, Prabu Buana juga menyampaikan beberapa rekomendasi dalam disertasinya, salah satunya adalah Pemerintah bersama-sama dengan DPR agar segera membahas dan mengesahkan RUU terkait Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Hal ini karena sejak tahun 1960 saat UUPA disahkan terkait tanah ulayat, hingga saat ini belum ada satu pun UU Khusus yang mengatur Tanah Adat pada Masyarakat Hukum Adat.

Penelitian disertasi Prabu Buana merupakan bimbingan dari Promotor Prof. Dr. Herowati Poesoko, SH. MH. & Co-Promotor Prof. Dr. Dominikus Rato, SH. MSi. yang merupakan Guru Besar ilmu hukum di Universitas Jember yang merupakan Universitas Negeri terakreditasi “A”.

(Red)

Editor: ins

 

Continue Reading

Trending